Bingung juga, akhirnya saat Audit Surveillance ke 6 atau putaran pertama dari Sertifikat ISO 9001:2000, artinya Sistem Manajemen Mutu perusahaan harus sudah compliance. Tapi pada kenyataanya, TIDAK SAMA SEKALI. Top Management yang mestinya harus commit malah suka main bongkar pasang terhada Struktur yang ada dengan dalih untuk percepatan sementara sistem harus tetap seperti sedia kala, dan juga Team ISO sendiri tidak juga dibentuk dengan berbagai alasan.
Sementjak perubahan Struktur awal tahun 2009, disitu tidak ada disebut siapa Management representative, tetapi menurut TOP juga MR tetap seperti struktur dulu, bagaimana ini bisa, ato saya aja yang bener-bener dungu dan bodoh.
Audit Internal juga tidak dilaksanakan lagi, karena bagaimana mungkin dan bisa kalo saya kerja seorang diri, selain itu saya harus mengerjakan fungsi sebagai QA / QC, juga sekaligus handle Proyek Sumitomo di Jepara, ampun deh....
Dan saat ini TOP mint dibuatin laporan pengawasan proyek, ....omong kosong apa lagi ini, sementara saya yakin bos sudah punya keputusan, jadi sepertinya kita dianggap kambing congek beneran, ato karena kita masih makan nasi pecel ????
Selasa, 21 April 2009
Senin, 17 November 2008
5th Visit Int'l Sertification Body
Capek, lelah dan puas.......Setelah beberapa hari menyiapkan Audit External yang merupakan kunjungan wajib oleh Badan Sertifikasi, dalam hal ini oleh PT. SGS Indonesia, dengan 5 Minor Finding, membuat aku puas dalam artian usahaku mondar-mandir ke proyek, telephone beberapa kali untuk menanyakan status perubahan sistem tidaklah sia-sia.
3 minor Finding di Site Rembang, memang benar adanya dan pure sistem belum berjalan sesuai standard.
Dan 2 Minor Finding yang masing-masing di Marketing dan HRD sesuai dengan apa yang aku harapkan, karena sudah beberapa kali saat Internal Audit temuan ini aku ungkap tetapi sia-sia.
Beberapa masukan dari Auditor (Bp. Balfas Mustari) untuk perbaikan kedepan perlu diperhitungkan di laksanakan.
Menunggu perbaikan berikutnya dengan berdebar.......
3 minor Finding di Site Rembang, memang benar adanya dan pure sistem belum berjalan sesuai standard.
Dan 2 Minor Finding yang masing-masing di Marketing dan HRD sesuai dengan apa yang aku harapkan, karena sudah beberapa kali saat Internal Audit temuan ini aku ungkap tetapi sia-sia.
Beberapa masukan dari Auditor (Bp. Balfas Mustari) untuk perbaikan kedepan perlu diperhitungkan di laksanakan.
Menunggu perbaikan berikutnya dengan berdebar.......
Minggu, 09 November 2008
Mau ke mana Manajemen Mutu kita?
Mulai dari awal terbentuknya tim ISO 9001:2000 di perusahaan 2 tahun yang lalu, aku sudah gak begitu yakin dengan maksud perusahaan untuk Sertifikasi ISO 9001:2000. Memang saat itu untuk memenuhi persyaratan tender. Dan kalo hanya sebatas itu, keyakinan ini tidak akan berjalan sebagaimana mestinya, hampir menjadi kenyataan. Yang seharusnya mempunyai KOMITMEN yang tinggi adalah TOP MANAGEMENT, malah sekarang berbalik, menurut Top yang mempunyai komitmen haruslah seluruh karyawan. AKu mulai amat sangat bimbang. Jabatan Management Representative yang mulai di amanatkan kepadaku setahun yang lalu, pelan-pelan mulai membebaniku.
Saya hanyalah karyawan biasa, tidak mempunyai saham, tapi aku peduli dengan Mutu perusahaan yang dituntut oleh Customer memenuhi persyaratan mereka, tetapi sepertinya aku benar-benar bermimpi. Apapun yang aku lakukan untuk perbaikan, semuanya berbalik arah menyerangku, "Aku tidak becus bekerja". Itulah inti dari statement Top.
AKu bersusah payah menyusun jadwal ISO Understanding, dan susah payah menjelaskan ke Top, dan diterima, tapi saat jadwal tersebut akan aku laksanakan, aku ditahan, menurutnya itu tidak perlu.
Training adalah investasi perusahaan untuk jangka panjang, seperti tidak berlaku di sini. Training hanyalah buang-buang biaya.
Trus apa yang harus aku lakukan, karena image Audit Finding adalah sebuah aib masih melekat erat di benak pimpinan. Padahal saat audit baik itu internal maupun eksternal temuan mutlak harus ada. Kalo audit idak ada temuan artinya audit itu sendiri gagal. Dibeberapa perusahaan yang sudah jalan SMM 9001:2000, bahkan dilombakan untuk bisa menemukdan ketidaksesuaian.
Tapi disini tidak berlaku.
Besok tanggal 12-14, ada surveillance ke 5 dengan SGS, tapi respon dari Top benar-benar mengejutkan. Sepertinya support tetapi beban di timpaan ke MR semua.
Apa ini nanmanya Manajemen Qualitas?
Mbuhlah, yang pasti saat ini aku bingung......... harus kemana Mutu kita?
Saya hanyalah karyawan biasa, tidak mempunyai saham, tapi aku peduli dengan Mutu perusahaan yang dituntut oleh Customer memenuhi persyaratan mereka, tetapi sepertinya aku benar-benar bermimpi. Apapun yang aku lakukan untuk perbaikan, semuanya berbalik arah menyerangku, "Aku tidak becus bekerja". Itulah inti dari statement Top.
AKu bersusah payah menyusun jadwal ISO Understanding, dan susah payah menjelaskan ke Top, dan diterima, tapi saat jadwal tersebut akan aku laksanakan, aku ditahan, menurutnya itu tidak perlu.
Training adalah investasi perusahaan untuk jangka panjang, seperti tidak berlaku di sini. Training hanyalah buang-buang biaya.
Trus apa yang harus aku lakukan, karena image Audit Finding adalah sebuah aib masih melekat erat di benak pimpinan. Padahal saat audit baik itu internal maupun eksternal temuan mutlak harus ada. Kalo audit idak ada temuan artinya audit itu sendiri gagal. Dibeberapa perusahaan yang sudah jalan SMM 9001:2000, bahkan dilombakan untuk bisa menemukdan ketidaksesuaian.
Tapi disini tidak berlaku.
Besok tanggal 12-14, ada surveillance ke 5 dengan SGS, tapi respon dari Top benar-benar mengejutkan. Sepertinya support tetapi beban di timpaan ke MR semua.
Apa ini nanmanya Manajemen Qualitas?
Mbuhlah, yang pasti saat ini aku bingung......... harus kemana Mutu kita?
Langganan:
Postingan (Atom)